Batik boleh dibilang adalah salat satu dari sekian banyak kekayaan budaya asli Indonesia. Saat orang-orang di luar negeri melihat batik pasti langsung terbesit kata Indonesia setelahnya. Bahkan, pemerintah kita sendiri pun telah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional.
Layaknya suku dan budaya Indonesia yang sangat beragam, motif dari kain dan baju batik pun ikut bermacam-macam. Motif-motif tersebut tentu memiliki ciri khas tersendiri walaupun bagi orang awam tak jarang yang bisa benar-benar asal dari motif sebuah batik.
Berkaca dari sejarah yang ada dan banyaknya pengaruh pada batik Pekalongan bukan berarti menjadikan ciri-ciri baju batik Pekalongan sangat sulit dibedakan dari batik-batik lainnya. Meskipun memang motif batik mereka juga banyak memiliki kemiripan dengan motif batik Solo atau Jogja.
Namun, hal mendasar yang membedakan ciri-ciri baju batik Pekalongan dari yang lain ialah karena batik Pekalongan merupakan batik pesisir yang lebih erat dengan kaum pribumi maka baju batik Pekalongan lebih banyak didominasi warna-warna cerah. Bahkan tak sedikit pula pada satu motif ciri baju batik Pekalongan mempunyai hingga 7 warna cerah sebagai kombinasi dinamis.
Untuk labih jelasnya, ciri-ciri baju batik Pekalongan bisa dilihat dari hal-hal berikut:
1. Berwana cerah mencolok, misalnya warna biru, merah, ungu, orange atau hijau
2. Pengaruh Cina memberikan corak/motif nyata yang dipadukan dengan garis dan titik.
3. Untuk corak hewan, biasanya yang dipakai ialah burung phoenix atau naga.
4. Coak tumbuhan juga sedikit banyak dimiliki ciri-ciri baju batuk Pekalongan akibat pengaruh Solo dan Jogja.
5. Kemudian, motif Jlamprang yang merupakan corak/motif asli ciri-ciri baju batik Pekalongan yang menggabungkan hingga 7 unsur warna cerah menjadi kombinasi yang menarik, terlihat etnik dan natural. Motif ini termasuk motif yang terlihat rapi sebab memilkii unsur simetris dan geometris yang baik. Ornamen yang ada pada motif ini merupakan pengaruh dari bangsa Arab dimasanya.
No comments:
Post a Comment